Menu

Tampilkan postingan dengan label Geologist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geologist. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 September 2021

Tips dan Trick Menyusun Tesis untuk Opsi Geologi Rekayasa ITB - EngGeol Institut Teknologi Bandung

Salam

Melanjutkan studi di S2 ITB opsi geologi teknik bagaimana ya? berikut sedikit pengalaman dalam menyusun tesis

Sudah lama saya tidak menulis pada blog ini, dalam kesempatan kali ini. Saya ingin berbagi pengalaman saya terkait menyelesaikan tesis di S2 Geologi Teknik di ITB. Saya merasakan mungkin rekan-rekan yang diluar sana, dapat mempertimbangan hal ini sebagai acuan atau bahan ketika teman-teman ingin mengambil S2 di bidang geologi teknik atau geologi rekayasa. 


Sebelumnya saya ingin menceritakan terlebih dahulu, apa sih itu tesis? tesis adalah salah satu karya ilmiah yang lebih mengevaluasi atau membandingan dari beberapa metode untuk menghasilkan suatu keluaran berupa produk. Jadi, bedanya tesis dan skripsi adalah tipe mengerjaannya. Tesis mewajibkan mahasiswanya mampu mengevaluasi dari deskripsi metode yang telah di analisis, itulah bedanya dengan skripsi, kalau skripsi untuk mengetahui dan mengoperasikan suatu metode dan melihat bagaimana hasilnya. Jika ingin lebih mendalam silahkan rekan-rekan mengenai taksonomi bloom - selama bimbingan selalu saja ditanyakan udah memenuhi syarat taksonomi bloom belum? 


sedikit gambarnya saya kutip dari duckduckgo ya. silahkan dicari. heheheh


Udah liatkan gambar diatas tersebut jadi dalam hal ini tesis harus mencakup seluruh aspek tersebut. jadi, jika rekan-rekan yang berminat untuk melanjutkan studi S2 di bidang geologi teknik. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya ingin berbagi cerita mengenai bagaimana bimbingan dan lulus menyusun tesis di S2 ITB. 


Dosen yang konsentasi bidang geologi teknik ITB ada pada gambar di bawah ini.


Gambar tim dosen geologi rekayasa ITB

Dosen pembimbing saya adalah bapak Imam Sadisun dan bapak Rendy "mbah". 

Tahap Awal
Fase pertama dalam menyusun tesis adalah tahapan persiapan proposal penelitian, yakni kita diminta menyiapkan minimal 50 paper terbaru 5 tahun terakhir dan 15 teksbook yang digunakan dalam analisis kita (saran banyak2 koleksi paper dan sering2 buka masteran tesis geologi rekayasa). Selanjutnya bagaimana ketersediaan datanya, bisa terperoleh dengan cepat atau butuh perizinan, dan seterusnya yang perlu rekan-rekan pertimbangkan. hasil dari fase ini adalah kita harus menentukan topik yang kita bahas, metode dan analisis yang digunakan, dan evaluasi atau validasi apa yang bisa mendukung penelitian kita. Peralatan untuk mendukung ini bisa seperti VOSViewer, atau semacamnya buat list atau excel dari beberapa bagian penting dari paper yang telah dirangkum agar mudah dipahami, apa permasalahan yang harus kita selesaikan. (DON'T TALK WHEN YOU NOT UNDERSTAND); ini berlaku selama bimbingan ya, kalau dikelas lain lagi harus kritis dan baca materi banyak dan gali informasi sebanyak mungkin.., hehehe. Jadi kita harus paham terlebih dahulu, nantinya pembimbing yang mengarahkan kemana alur penelitian kita. 
Tool: ScienceDirect, Springer, Scopus Search, CRC Press, VosViewer, Mic.Excel, Mic.Word. atau sebagainya

Tahap Tengah
Setelah proposal disetujui, tahapan selanjutnya kita melakukan analisis penelitian, tahap ini cukup lama dan rumit, selama bimbingan rekan-rekan tidak akan dibimbing penuh, karena itulah yang membedakan rekan-rekan yang sedang menyusun skripsi, untuk tahapan tesis rekan-rekan akan mengeksplore teknis-operasi-validasi yang belum ada panduan secara lengkap ataupun tutorialnya yg dituliskan pada teksbook dan sebagainya. Disini, rekan-rekan harus banyak diskusi bersama rekan-rekan geologi rekayasa minta kritik, saran dan sebagainya, tanya kepada senior rekan-rekan jika mengetahui tema tersebut (saran; buat grup diskusi belajar sesama bimbingan geologi teknik) agar mendapatkan pandangan baru dari penelitian tesis anda. (jangan terlalu lama mengerjakan sendiri) takutnya bisa mood hilang dan tidak selesai tesisnya. hehehe). Setelah melakukan analisis, rekan-rekan diminta untuk menyusun slide persentasi hasil untuk keperluan seminar (1 SKS) pendaftarannya hanya pada bagian akhir bulan, artinya rekan2 harus bersaing untuk mendapatkan kouta tersebut. Ooo. sampai lupa, biasanya bimbingan dilakukan 1x dalam 2 minggu. oleh karena itu, teman-teman harus siap sedia ya. jangan sampai hilang.. takutnya keluar radar dan tidak sesuai target. Artinya rekan2 setiap bimbingan harus datang ya... walaupun progressnya sedikit ataupun tidak ada. (WAJIB Datang bimbingan).  Bimbingan S2 sejauh ini aman, tidak menakutkan, tidak seperti yang dibayangkan ya. Namun catatan penting, selama teman2 paham masalahnya, cara penyampaian, attitude dengan pembimbing, JANGAN TERKESAN MEMAKSA PEMBIMBING untuk percepatan tesis kita, kecepatan pembimbing tergantung kecepatan kita dan hasil pengerjaan tesis kita. Jika sudah seperti itu, InsyaAllah rekan2 akan DIPERMUDAH DAN DILANCARKAN oleh pembimbing. 

Tools; Micro.PPT, dan aplikasi yg mendukung tesis teman2.

Tahap Akhir:
Menyusun Draft, setelah melakukan seminar teman2 sebelumnya harus menyediakan waktu untuk menulis draft, Tahapan ini terkadang menjadi kendala bagi beberapa orang. Hal ini terkait pengalaman dan kefasihan dalam menulis, sebaiknya teman2 harus paham dulu mengenai PUEBI, KBBI, dan Kamus Geologi Indonesia yang diterbit boleh Badan Geologi. perhatikan kata sambung, tulisan kapan menggunakan titik (.), (,). kata hubung, tulisan cetak miring, dan atribute layouting peta. layouting peta harsus ada judul, skala peta, legenda, peta indeks (Pulau-Provinsi-area penelitian), sumber peta, grid peta yang digunakan. geographic atau projection dan tulisan tesis harus sesuai dengan kaidah dari tulisan teknis (standar ITB) ya, baik itu penulisan kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, keterangan gambar, tabel, persamaan, dan sebagainya (saran; print juknis penulisan tesisnya) agar sedikit revisinya: Jika sudah yakin, GASKEUN SIDANG AKHIR.. revisi hasil sidang. LULUS



Sekian dan selamat bergabung jika ingin melanjutkan studi di S2 Teknik Geologi ITB- Geologi Teknik





 



Selasa, 15 November 2016

- Muaralabuh dan Sungai Penuh -

Muaralabuh dan Sungai Penuh merupakan suatu daerah yang terletak pada sisi bagian Barat Sumatra secara Administrasi kedua wilayah ini berbeda Provinsi. Namun secara keadaan Geologi Muaralabuh dan Sungai Penuh memiliki suatu kesamaan proses geologi yaitu akibat dari pergerakan sesar mendatar Sesar Semangko. Bagian Sungai Penuh merupakan bagian Horsetail Splay dari kinematika sesar, sedangkan pada bagian Muaralabuh merupakan bagian Graben yang akibat kedua blok sesar yang saling menjauhi.
Muaralabuh dan Sungai Sungai dari pengamatan menggunakan data DEM SRTM


Kinematik sesar pada daerah Muaralabuh dan Sungai Penuh menurut (Mann et al, 1983) membentuk graben Sungai Penuh yang memiliki sudut pada Sesar Siulak sehingga mengalami Sesar Normal Oblik oleh karena itu daerah Sungai Penuh memiliki bentuk Graben yang Menjorok ke arah Utara. Pada daerah Muaralabuh pembentuk graben tidak begitu sebesar Graben Sungai Penuh disebabkan kondisi Segmen Sesar Utama yang masih Aktif sehingga pembentuk Graben relatif paralel dan simetri.

Berikut ini adalah fitur-fitur yang terdapat pada sesar mendatar (Allen & Allen, 2005)
Fitur-fitur sesar mendatar


(RMP, 2016)

Sabtu, 30 Juli 2016

Rich Energy of Sumatra Part I



Magma yang berada di dalam bumi dapat mengerakkan lempeng yang berada di atasnya yang sering disebut dengan arus konveksi sehingga proses pembentukan lempeng-lempeng yang ada di bumi ini berasal dari proses pembekuan  magma yang berada pada lempeng samudra maupun benua terutama berupa batuan granit yang menjadi basement atau batuan dasar yang menjadi dasar yang mengalasi batuan di atasnya.

indonesia sendiri berada pada jalur busur gunungapi contoh sisi barat pulau sumatra yang menjadi arah subduksi dari lempeng india-australia sehingga munculnya deretan gunungapi yang disebut dengan bukit barisan. Bukit barisan ini memiliki potensi-potensi sumber daya alam yang dapat membangun perekonomian rakyat baik itu pada sektor pertanian, perindustrian maupun pada sumber daya alam baik pertambangan mineral maupun minyak dan gas.

Dari jalur subduksi tersebut dapat juga menimbulkan petaka bagi masyarakat yakni adanya rekahan-rekahan yang berada di daerah zona-zona patahan yang disebabkan lempeng india-australia yang terus bergerak hingga dapat menimbulkan terjadinya reaktifasi dari interaksi kedua lempeng tersebut.

Lalu apakah masyarakat menyadari manfaat dan mudarat dari pengaruh subduksi itu bagi kehidupan masyarakat di dunia ini?


bergerakan lempeng india menuju eurasia yang menjadi salah satu terbentuk sesar besar di pulau sumatra (sesar semangko) dimana mengaruh dari pergerakan lempeng india ini menyebabkan berputarnya pulau sumatra menuju putaran arah jarum jam..

mau tau bagaimana sambungan berikutnya.. untuk dalam Rich Energy Of Sumatra


Jumat, 25 Maret 2016

Pemilihan Lokasi Geothermal Kerinci

Pernah ditanyakan kenapa kok di kerinci untuk Pembangkit Geothermalnya jauh dari Gunungnya ya?
-----------------
Kerinci yang berada didaerah penjajaran bukit barisan yang memiliki hasil vulkanisme bumi berupa gunungapi aktif yaitu gunung kerinci bisa saat ini sedang hebohnya mengenai "RENEABLE ENERGY RESOURCE" dari adanya Gunungapi tersebut dapat dimanfaatkan uap atau fluidanya.
Tanda-tandanya berupa adanya Hot pools yaitu adanya aliran air panas dari bawah permukaan melalui rekahan rekahan batuan contohnya ( Goa Semurup, Sungai Medang).
Namun kok Geothermal di kerinci jauh dari gunungapi mungkin berpuluh-puluh meter?
- > Daerah Kerinci memang merupakan suatu daerah yang memiliki struktur geologi yang komplek yang berada di jalur Mega-Sesar Sumatra jadi memiliki banyak rekahan-rekahan yang menjadi tempat aliran fluida panas itu keluar.
- > Daerah yang memiliki batuan porositas, permeabilitas dan densitas yang bagus artinya bahwa fluida dapat mengalir melalui celah celah batuan untuk mengalir ke permukaan. batuan yang lebih muda biasanya memiliki porositas dan permeabilitas yang sangat tinggi biasanya belum terjadi konsolidasi (pemadatan) dimana didaerah kerinci merupakan suatu hamparan endapan vulkanisme yang terjadi di zaman kuarter (Holocen). dari beberapa daerah daerah LEMPUR sedikit memenuhi kriteria dibanding litologi batuan yang berada di sekitarnya agar mencegah terjadi blowup pada batuan yang lebih muda.
Formasi Batuan Kerinci

Analog permodelan Eksploitasi Panasbumi

Analisis Geologi Kerinci Berdasarkan Geomorfologi Struktural

Kerinci yang Terkunci
------------------------
Apa yang Menyebabkan Kerinci Di Keliling Gunung-gunung?
Di pulau Sumatra terdapat suatu sesar yang aktif yang berada sepanjang bukit barisan dari provinsi lampung hingga aceh. Pergerakan sesar ini secara mendatar yang sering disebut Strike-slip fault yang berarah NW-SE sehingga mengikuti pola subduksi di bagian barat pulau Sumatra.
Jika terdapat suatu benda di berikan tegasan yang saling berlawan maka akan suatu keadaan benda tersebut terdapat suatu tinggi(Horst) dan rendahan (Graben).
-------------------------
Jadi posisi daerah kerinci sekarang berada Graben yang terbentuk akibat dari sesar semangko tersebut sehingga mengalami penurun elevasi sehingga daerah kerinci di keliling oleh pengunungan yang menjulang tinggi.

Sesar Mendatar Kerinci
Konsep Geomorfologi pop up dan pull-apart basin

Minggu, 30 Maret 2014

Cerita Si Bowen

Ceritanya Si Bowen
Reaksi Bowen Series

Gambar Reaksi Bowen Series

Reaksi Bowen series ini adalah salah satu parameter untuk menentukan proses terbentuknya batuan beku , yang dimana  reaksi ini merupakan pembagian komposisi mineral yang terdapat di dalam batuan beku tersebut sesuai dengan tekanan dan temperature pembentukannya. Reaksi ini terbagi atas dua jenis yakni deret diskontinueos dan deret kontinues, deret discontinuous ini adalah deret dengan  komposisi kimianya tidak ikut serta didalam perombakan  untuk proses tahapan mineral selanjutnya, sedangkan deret kontinus komposisi kimianya ikut serta didalam perubahan dan perombakan mineral berikutnya. Mineral-mineral pada reaksi bowen series ini adalah mineral utama didalam keterdapatan pada batuan beku dan mempengaruhi dalam sifat kimia serta penamaan didalam bbatuan beku tersebut
Proses pembentukan mineral pada reaksi bowen series pada temperature yang tinggi yakni 12000C dan tekanan yang tinggi hal ini disebabkan oleh adanya gaya konveksi dari core bumi sehingga mengakibatkan terjadinya pergerakan magma. Dengan pergerakan itu karena magma yang memiliki visikositas yang sangat tinggi. Dengan gaya konveksi itu tadi secara otomatis magma akan mencari celah untuk bisa mengisi ruang yang kosong, dengan mengisi ruang yang kosong itu magma akan mengalami pendinginan magma (diferensiasi magma) dan disinilah asal-mulanya terbentuknya mineral. Mineral yang pertama kali terbentuk adalah mineral olivine yang mewakili mineral discontinuous dan mineral Ca-Plagioklas mineral ini terbentuk pada temperature yang sangat tinggi berkisar antara 1400oC – 1200oC dengan tekanan yang tinggi juga sehingga terjadinya padatan yang membentuk mineral tersebut, karena magma memiliki sifat visikositas yang tinggi karena kerterdapatan sifat basa yang kuat sehingga mineral terbentuk juga memiliki sifat magma yang sifat sangat basa juga (Ultramafic). Magma terus-menerus mengalami pendinginan sehingga kandungan  basanya makin berkurang dari sebelumnya sehingga terbentuklah mineral piroksen yang kenampakan mineralnya hamper sama dengan olivine hanya saja piroksen lebih tabular, sedangkan perwakilan dari deret continues adalah mineral labrodorit dan andesit yang kenampakan hamper sama dengan mineral sebelumnya. Ketiga  mineral ini terbentuknya pada temperature yang hampir sama yang berkisar antara 1000oC – 900oC. Lalu terus-menerus magma mengalami pendinginan dengan kandungan basanya makin berkurang dan mulai muncul magma yang bersifat asam dari pergerakan tektonik dari lembang benua yang memiliki sifat asam yang sangat kuat, dan disini muncul mineral intermediet contoh dari deret discontinuous ada mineral amphibol dan biotitic dan deret kontinusnya ada mineral oligoklas dan albit. Pada saat magma mengalami pergerakan dari gaya konveksi akibatnya terjadilah pergerakan tektonik sehingga magma terjadinya percampuran magma yang dimana magma yang berasal dari core bumi yang bersifat basa sedangkan magma yang berada dekat dengan lempeng benua bersifat asam, munculah magma yang bersifat intermediet itu yang sering disebut andesitik

. Pendinginan magma terus berlanjut sehingga magma makin basa berkurang dan terbentuklah mineral yang memiliki sifat unsur asam lebih dominan. Pada temperature 700o C-600oC dan tekanan masih tinggi, maka kedua deret ini bersama-sama mengalami perombakan dan menyatu sehingga kandungan kimianya memiliki kesamaan akhirnya terbentuklah mineral golongan mika yakni mineral yang memiliki sifat seperti kaca contoh mineral potassium feldspar dan muskovit dan pada akhirnya membentuk mineral yang sangay kuat dan sangat resisten adalah mineral kuarsa, mineral kuarsa ini adalah mineral yang banyak terdapat didalam batuan beku yang ciri-ciri bewarna bening dengan kekerasannya 7 skala mohs (lihat table skala mohs), nah begitulah perjalanan terbentuknya mineral. Yang diceritan si bowen ini